Banyak banget yang bilang, “Kalau kamu suka membaca, pasti bakalan menulis!” Setuju sih dengan statement tersebut. Sebagai perempuan yang senang membaca, dan langganan beli buku atau novel di Gramedia, lama-lama kepengin juga punya karya tulis sendiri yang dibukukan plus dipajang di bookstore termasyhur di Indonesia itu.
Writer block, alasan kenapa novel sisanya enggak aku lanjutkan. Padahal ada novel yang sudah aku buat sampai page ke-70, tapi ide buntu, akhirnya tidak selesai. Di sisi lain, insecure sama tulisan sendiri bikin aku meremehkan kemampuan menulis. Kebayang-bayang terus, seakan ada devil yang ngebisikin telinga kanan bilang, “Novel kamu jelek, enggak jelas, enggak berbobot. Emang bisa jadi penulis.”
Akhirnya, aku mundur alon-alon, hehe. Melupakan novel, dan hiatus hingga…hingga…hingga akhir waktu,,,uuuu,,,, tak kan pernah ada yang lain di sisi, segenap jiwa hanya untukmu,…hehe Kenapa jadi bersiul, eh, bernyanyi.
Menulis, menjadi jalan ninjaku mendapatkan penghasilan tambahan selain bekerja di perusahaan. Januari 2018, aku mendaftarkan diri menjadi community writer di IDN Times setelah mengintip upah untuk kontibutor penulis yang menurutku terbilang lumayan.
Awal gabung di IDN Times, masih bingung menentukan tema apa yang aku banget. Pernah coba tema life, sains, travel, dan health, walaupun ditolak-diterima, Alhamdulillah mulai konsisten menulis artikel. Nambah hari, aku menjatuhkan pilihan untuk jadi penulis artikel travel.
Passion, menjadi alasanku saat ini
kenapa masih bertahan di dunia penulisan (sampai dibela-belain resign untuk
full time jadi penulis hingga sailor moon di skill lainnya, hehe). Berharap
banget ilmu menulisku makin ada kemajuan dan lebih baik lagi. Pastinya, berharap
banget apa yang aku tulis bisa bermanfaat untuk orang banyak.
FYI, aku kepengin banget jadi: novelis,
copywriter, script writer, dan marketing writer. Do’akan aku ya, guys!



Komentar
Posting Komentar